Social Icons

Pertumbuhan & Perkembangan Pendidikan Islam Masa Kemerdekaan

Pada tanggal 17 agustus 1945 indonesia merdeka. Tapi musuh-musuh Indonesia tidak diam, bahkan berusaha untuk menjajah kembali. Pada bulan oktober para ulam dijawa memproklamasikan perang jihad fisabilillah terhadap belanda/sekutu. Hal ini berarti memberikan fatwa kepastian hokum tehadap perjuangan umat islam. Pahlawan perang adalah pahlawan jihad yang terkatagori sebagi suhada perang. Isi fatwa tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Kemerdekaan Indonesia wajib dipertahankan pemerintah RI adalah satu-satunya pemerintah yang wajib yang sah yang wajib dibela dan diselamatkan
  2. Musuh-musuh RI, pasti akan kembali menjajah Indonesia. Karena itu wajib mengangkat senjata mengadapi mereka.
  3. Kewajiban-kewajiban tersebut adalah jihad fisabilillah.
Ditinjau dari segi pendidikan rakyat, maka fatwa ulama tersebut besar sekali pengaruhnya artinya. Fatwa tersebut memberikan faedah sebagi berikut:
  • Para ulama dan santri-santri dapat mempraktikan ajaran jihad fisabilillah yang sudah dikaji bertahun-tahun dalam pengajian kitab suci fiqh di pondok atau dimadrasah
  • Pertanggung jawaban mempertahankan kemerdekaan tanah air itu menjadi sempurna terhadap sesame manusia dan terhadap tuhan yang maha esa.
Pada tahun 1950 di mana kedaulatan Indonesia telah pulih untuk seluruh Indonesia, maka rencana pendidikan agama islam untuk seluruh wilayah Indonesia makin disempurnakan dengan dibentuknya panitia bersama.
Hasil dari penitia itu adalah SKB yang dikeluarkan pada bulan januari 1951. yang isinya:
  1. Pendidikan agama islam mulai diberikan kelas IV sekolah rakyat
  2. Di daerah-daerah yang masyarakat agamanya kuat, maka pendidikan agama diberikan mulai kelas 1 SR dengan catatan bahwa mutu pengetahuan umumnya tidak boleh berkurang dibandingkan dengan sekolah lain yang pendidikan agamanya diberikan mulai kelas IV
  3. Di sekolah lanjutan tingkat pertama dan tingkat ats diberikan pendidikan agama sebanyak 2 jam dalam semingu
  4. Pendidikan agama diberikan kepada murid-murid sedikitnya 10 orang dalam satu kelas dan mendapat izin dari orang tua wali
  5. Pengangkatan guru agama, biaya pendidikan agama dan menteri pendidikan agama ditanggung oleh departemen agama.
Sementara itu Ki H. dewantara bersama menteri pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan interuksi kepada semua kepala sekolah dan guru0guru, yakni
  1. Pengibaran sang saka merah putih di halaman sekolah pada setiap harinya
  2. Menyanyikan lagi indonesia raya, sebagai lagu kebangsaa
  3. Menurunkan bendera jepang dan menghilangkan kimigayo
  4. Menghapuskan bahasa jepang dan semua upacara yang berasal dari bala tentara jepang
  5. Memberikan semangat kebangsaan kepada anak didik
Dalam ketatanegaraan kita dinyatakan bahwa Negara berdasarkan UUD 1945. kedaulatan ditangan rakyat yaitu di tangan MPR. Sebelum dibentuknya MPR menurut UUD 1945, Indonesia pernah dibentuk MPR (sementara) pada tahun 1959. Kehidupan social, agama dan politik di Indonesia sejak tahun 1966 mengalami perubahan yang sangat besar. Periode ini disebut zaman orde baru dan zaman munculnya angkatan baru yang disebut angkatan 66. pemerintah orde baru bertekad sepenuhnya untuk kembali kepada undang-undang dasar 1945 dan melaksanakannya secara murni. Pemerintah dan rakyat akan membangun seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya. Yakni membangun bidang ruhani dan jasmani untuk kehidupan yang baik, didunia dan di akhirat sekaligus. Oleh karena itu, orde baru disebut juga sebagai orde konstitusional dan orde pembangunan.
Berdasarkan tekad dan semangat tersebut diatas maka kehidupan beragama dan pendidikan agama khususnya makin memperoleh tempat yang kokoh dalam stuktur organisasi pemerintahan dan dalam masyarakat pada umunya. Download

Thanks

Tidak ada komentar:

Followers