Social Icons

Masa Masuk dan Berkembangnya Islam Di Indonesia

1. Akselerasi Perkembangan Islam Pada Umumnya
          Sejarah telah mencatat bahwa semua agama disyiarkan dan dikembangkan oleh para pembawanya yang disebut utusan tuhan dan oleh para pengikutnya. Mereka yakin bahwa kebenaran dari tuhan itu harus disampaikan kepada umat manusia untuk menjadi pedoman hidup diantara agama-agama besar di dunia ini adalah Yahudi, Nasrani, Islam, Hindu dan Budha. Tetapi yang paling luas dan paling banyak pengikutnya adalah nasrani dan islam. Hal tersebut tentu berhubungan dengan usaha penyiarannya. Oleh para pemeluknya. Usaha penyiaran agama pasti mengalami rintahan, hambatan, gangguan bahkan ancaman yang berat. Itulah sebabnya maka kadang-kadang penyiaran suatu agama berjalan dengan lancar, kadang-kadang tersendat-sendat dan kadang-kadang mengalami kemacetan, walaupun tidak total.
          Pengembangan dan penyiaran agama islam termasuk paling dinamis dan cepat dibandingkan dengan agama-agama lain. Catatan sejarah telah membuktikan bahwa islam dalam waktu 23 tahun dari kelahirannya sudah menjadi tuan rumah dinegerinya sendiri, yaitu jazirah arabiyah. Pada zaman khalifah umar bin kahatab islam telah masuk secara potensial di syam palestina, mesir dan irak.
Pada zaman usman bin affan islam telah masuk dinegeri bagian-bagian timur sampai ditiongkok dibawa oleh para pedagang zaman dinasti tang. Dalam kurun waktu kurang dari satu abad dari kelahirannya islam telah tersebar jauh sampai ketiongkok, keafrika bagian utara, asia kecil dan asia bagian utara.
          Akselerasi dan dinamika penyebaran islam tersebut disebabkan oleh factor-faktor khusus yang dimiliki oleh islam pada periode permulaannya. Factor-faktor tersebut antara lain adalah:
  • Faktor ajaran islam itu sendiri, ajaran islam baik akidah, syariah, dan akhlaknya mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat dan dapat diamalkan secara luwes dan ringan.
  • Faktor tempat kelahiran islam yaitu jazirah arabiyah, jazirah arabiyah lokasinya sangta strategis, yaitu di tengah persimpangan antara benua-benua afrika, eropa, asia bagian utara, dan asia bagian timur. Arabiyah itu disebut jazirah (pulau) karena hamper seluruh tanahnya dikelilingi oleh perairan secara langsung. Yakni oleh laut tengah, laut merah, samudara hindia, teluk persik (teluk arabiyah) dan sungai besar everat dan tigris. Arabiayah terdiri dari daerah padang pasir dan gunung-gunung batu yang tandus, hanya sebagian kecil saja daerah yang subur. Keadaan yang demikian itu, memaksa kepada penduduknya untuk mencari penghidupan dengan jalan perdagangan. Pertanian dan peternakan tidak mencukupi kebutuhan meraka. Sejak dahulu orang arab sudah biasa menlakukan perjalanan keluar negeri untuk kepentingan perdagangan. Iklim jazirah arabiyah pada umumnya panas dan kering pada waktu musim panas suhu udara disiang hari mencapai 50 derajat calcius. Oleh karena itu dijazirah arabiyah sudah terbiasa hidup disushu udara yang bermacam-macam, baik udara panas, sedang dan udara dingin. Kondisi tersebut sangat besar pengaruhnya dalam artian bagi para mubaligh angkatan pertama itu mereka apabila dikirim keluar daerah atau keluar negeri tidak akan mengalami kelusitan tentang iklim, sehingga mereka tidak terganggu rohani dan jasmaninya, mereka dapat bertahan hidup dan mudah menyesuaikan diri di daerah baru temapat mereka menyiarkan agama islam.
2. Masuk dan Berkembangnya Islam Di Indonesia
          Ada dua factor yang menyebabkan Indonesia mudah dikenal bangsa-bangsa lain, khususnya oleh bangsa-bangsa ditimur tengah dan timur jauh sejak dahulu kala, yaitu:
  • Factor letak geografisnya yang strategis. Indonesia berada dipersimpangan jalan raya internasional dari jirisan timur tengah menuju tiongkok melalui lautan dan jalan menuju benua maerika dan benua Australia.
  • Factor kesuburan tanahnya yang menghasilkan bahan-bahan keperluan hidup yang diperlukan bangsa-bangsa lian, misalnya rempah-rempah. 
           Oleh karena itulah maka tidak mengherankan jika masuknya islam diindonesia ini terjadi tidak terlalu jauh dari zaman kelahirannya. Jika agama islam dalam arti para pedagang islam telah masuk di tiongkok telah masuk pada zaman Usman bin Affan maka tidak mustahil ada padagang islam yang amampir atau menetap diindonesia sekitar zaman itu. Mengingat letak Indonesia dilalui oleh mereka yang pergi ke tiongkok melewati lautan. Tetapi ilmu sejarah tidak cukup hanya berdasarkan perkiraan atau hipotesa belaka. Ilmu sejarah memerlukan bukti-bukti yang otentik tentang pemulaan masuknya islam di indonesia.  
        Seminar masuknya agama islam di Indonesia yang diselenggarakan di medan pada tahun 1963 menyimpulkan sebagai berikut:
  • Menurut sumber bukti yang terbaru, islam pertama kali datang di Indonesia pada abad ke 7 M/1 H dibawa pedagang mubaligh dari negeri arab
  • Daerah yang pertama dimasuki ialah pantai barat pulau Sumatra yaitu di adaerah baros, tempat kelahiran ulama besar bernama hamzah bansuri. Adapun kerajaan islam yang pertama adalah fase. Dalam proses pengislama selanjutnya, orang-orang islam bangsa Indonesia ikut aktif mengambil bagian yang berperan, dalam prose situ bejalan secara damai.
  • Kedatangan islam diindonesia ikut mencerdaskan rakyat dan membina karakter bangsa. Karakter tersebut dapat dibuktukan pada perlawanan rakyat melawan penajahan bangsa aasing dan daya tahanya mempertahankan daya tersebut selama dalam zaman penjajahan barat dalam waktu 350 tahun.
       Jika masuk orang islam yang pertama diindonesia itu ditetapkan pada abad ke 1 H, maka mereka itu dalam pengamalan agamanya beraliran al-salaf al-saleh (golongan angkatan pertama= terdahulu yang saleh). Dapatlah dibayangkan bagaimana sikap dan kpribadian para penyiar islam yang pertama di indoneia itu dengan mengingat tiga hal yaitu ;
  • Mereka adalah angkatan umat islam 1 H , nabi Muhammad pernah besabda bahwa : sebaik-baik abad adalah abad saya kemudian abad berikutnya (al-hadits)
  • Mereka pada umumnya adalah para pedagang dan perantau
  • Mereka sebagai golongan minoritas yang tidak bersenjata 
       Faktor tersebut menunjang beberhasilan dan kecepatan penggembangan islam periode pertama itu.Dengan modal kepribadian tersebut para mobalel islam tersebut berdakwa kepada rakyat awam dan kepada penguasan pemerintahan sekaligus, seperti yang dilakukan nabi Muhammad sendiri SAW mengajarkan agama islam kepada kaum awam yang lemah, kepada kaum awam kabilah dan kepada raja-raja. Ia mengajarkan agama islam dimana saja dan kapan saja , tidaka terikan folmalitas waktu dan tertentu materi pelajarannya mula-mulasekali kalimat sahadat. Barang siapa bersahadat berarti ia sudah warga islam demikianlah aktipitas mubalig pertama diindonesia. Proses pembentukan dan pengembengan masyarakat islam yang pertama melalu bermaca-macam kontak, minsalnya: kontak jual beli, perkawinan dan dakwa langsung baik secara indipidual maupun kolektif. Download

Thanks

Tidak ada komentar:

Followers