Social Icons

Featured Posts

Semester Genap TA. 2015-2016

Berikut Kegiatan Belajar Mengajar Semester Genap TA. 2015-2016 
Institut Agama Islam Al-Azhaar (IAIA) Lubuklinggau 
Seluruh Mata Kuliah dibawah bimbingan Dosen Arni Mabruria, M.Si

BEBAS MUDIK DENGAN BEBAS BAYAR

Mudik mengandung benih ikatan-batiniah sangat dalam yakni kekeluargaan yang luhur. Tradisi mudik ini dilakukan setiap setahun sekali menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, adalah proses dari suatu dialektika budaya yang sudah berjalan sangat lama hingga sekarang. Sehingga mudik menjelang lebaran Idul Fitri terkadang menjadi suatu budaya bagi Mayoritas Muslim Indonesia pulang ke kampung halaman untuk bersilaturrahmi bersama sanak family, teman dan handai taulan di kampung. Banyak hal yang butuh dipersiapkan  dan dituntaskan sebelum melakukan perjalanan mudik. Kebayangkan rempongnya kita pra mudik tersebut, karena sebelum mudik segala sesuatu yg dibutuhkan harus optimal mulai dari mau mempersiapkan bekal diperjalan untuk mudik, beli baju lebaran, beli pulsa, beli tiket, belum lagi mempersiapkan THR buat keluarga di kampung dan kue lebaran di rumah buat pasca mudik, dll. Sehingga kadang kita lupa kewajiban kita membayar rutinitas kebutuhan bulanan rumah tangga seperti bayar listrik, bayar PDAM, Bayar cicilan, Bayar asuransi BPJS,  dll..

Semester Ganjil TA. 2015-2016

Berikut Kegiatan Belajar Mengajar Semester Ganjil TA. 2015-2016 
Institut Agama Islam Al-Azhaar (IAIA) Lubuklinggau 
Seluruh Mata Kuliah dibawah bimbingan Dosen Arni Mabruria, M.Si

Akhlak Rasulullah dalam Melayani Istri

Banyak suami yang menuntut istrinya untuk melayani kebutuhan biologisnya kapan pun diperlukan, bahkan menggunakan hadits Rasulullaah yang menyatakan Allah dan Malaikat melaknat istri yang menolak permintaan suami, memang hal tersebut benar dan tepat. Akan tetapi banyak di antara suami yang justru lupa meniru bagaimana cara Rasulullah memperlakukan istri, padahal ini adalah poin yang amat penting.

Aspek-aspek dan Dimensi Pola Asuh

Aspek-aspek Pola Asuh 

Menurut Baumrind (Berk, 1994) membedakan pola asuh menjadi : 
a. Authoritarian
Orang tua berlaku sangat ketat dan mengontrol anak dengan mengajarkan standar dan tingkah laku. Pola asuh ini mengakibatkan kurangnya hubungan yang hangat dan komunikatif dalam keluarga. Anak dari pola asuh ini cenderung moody, murung, ketakutan, sedih, menggambarkan kecemasan dan rasa tidak aman dalam berhubungan dengan lingkungannya, menunjukkan kecenderungan bertindak keras saat tertekan dan memiliki harga diri yang rendah.

Followers