Social Icons

Aspek-aspek Kecerdasan Emosi Menurut Petrides & Furnham

Menurut Petrides & Furnham (2001) anak yang memiliki kecerdasan emosi tinggi cenderung berperilaku prososial dan antisosial, diantaranya:
  1. Cooperative. Kooperatif merupakan perilaku prososial anak yakni dapat bekerja sama dalam kelompok, berpikiran terbuka, dan ringan tangan untuk saling membantu. 
  2. Disruptive (perilaku mengganggu) merupakan pola tingkah laku yang tetap dimana individu merusak aturan-aturan dan melanggar hak-hak orang lain. Perilaku disruptif ini bisa dikategorikan ke dalam dimensi dari perilaku yang dipengaruhi oleh keadaan eksternal, dimana termasuk sebuah pola perilaku implusif, over aktif, sikap menentang, perilaku agresif, pelanggaran atau perilaku jahat.
  3. Shy merupakan perilaku antisosial anak yang bersifat pendiam, pemalu, terlihat bermain dan bekerja sendiri, dan sukar dipahami. 
  4. Aggressive. Agresif merupakan perilaku negatif yang dilakukan oleh anak yang dapat mengganggu, menyakiti, dan merugikan orang lain maupun benda-benda disekitar. Perilaku yang negatif tersebut dapat berupa perkataan (contoh: mengejek, mengolok-olok, menghina, berbicara kasar dan kotor), dan perbuatan (contoh: berkelahi, mengganggu, merusak, menendang, memukul, dan lain-lain). 
  5. Dependent. Ketergantungan terhadap orang lain dalam hal bantuan, perhatian dan kasih sayang mendorong anak untuk berprilaku dalam cara yang diterima secara sosial. 
  6. A leader. Seorang pemimpin yang dimaksud ialah seseorang yang dipilih oleh teman sekelasnya sebagai pemimpin karena pribadinya yang bertanggungjawab. 
  7. Intimidating. Intimidasi adalah tindakan negatif anak yang bertujuan menakut-nakuti (terutama untuk memaksa orang atau pihak lain berbuat sesuatu) .

Tidak ada komentar:

Followers