Social Icons

Interpretasi Motivasi

Pandangan Behavioral
Interpretasi Behavioral terhadap Motivasi      
      Tingkah laku bukanlah sekedar respon terhadap stimulus tetapi merupakan suatu tindakan yang disengaja dan dipengaruhi oleh apa yang terjadi sesudahnya. B. F. Skinner mengemukakan bahwa motivasi secara sederhana merupakan hasil dari reinforcement (penguatan). Respon yang diikuti oleh reward ( hadiah/penghargaan/pujian ) akan cenderung diulangi dan reward akan meningkatkan kecepatan terjadinya respon. Misalnya, siswa yang rajin belajar telah diperkuat dengan mendapat nilai bagus atau hadiah atau pujian akan termotivasi untuk belajar lebih giat lagi, sebaliknya tingkah laku yang tidak diperkuat atau dihukum tidak akan diulangi.
       Interpretasi Behavior dalam belajar membantu untuk mengungkapkan mengapa beberapa murid bereaksi (merespon) baik terhadap subjek parcitular sedangkan yang lain tidak suka. Sebagai contoh, beberapa siswa masuk kelas matematika dengan perasaan gembira, sementara orang lain mungkin merasa bahwa mereka telah dihukum penjara. Skinner menunjukkan bahwa perbedaan tersebut dapat ditelusuri ke pengalaman masa lalu. Dia berpendapat bahwa siswa yang mencintai matematika telah dibentuk untuk merespon dengan cara yang seri jika pengalaman positif dengan matematika. Sebaliknya bagi yang membenci matematika, mungkin telah menderita atau merasa tertekan yang mungkin disebabkan serangkaian pengalaman negatif pada masa lalunya.
       Sosial belajar melihat motivasi melalui identifikasi dan imitasi. Teoritis sosial belajar seperti Albert Bandura mengemukakan penting dipelajari individu terutama dalam belajar sosial ialah melalui observasi dan imitasi (observational learning / Modelling), yakni menunjukkan bahwa proses belajar individu dengan mengamati dan meniru perilaku, sikap dan emosi orang lain, yang dalam hal ini sosok guru yang diidentifikasi dan dikagumi siswa sebagai subjek partikular.

Pandangan Kognitif
Interpretasi Kognitif terhadap Motivasi
         Prinsip equilibrium atau penyeimbangan yang dikemukakan Jean Piaget melalui asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah suatu proses yang berkenaan dengan suatu obyek atau kejadian dalam suatu cara yang konsisten dengan skema yang ada. Misalnya, seorang bayi bisa mengasimilasikan boneka beruang ke dalam skemanya dengan meletakkan barang ke dalam mulut.
     Tetapi kadang-kadang anak-anak tidak bisa dengan mudah menginterpretasikan suatu obyek atau kejadian baru di dalam istilah-istilah dari skema-skema yang ada pada mereka. Dalam situasi yang demikian, satu dari dua bentuk akomodasi akan terjadi: anak-anak akan memodifikasi skema yang ada untuk memperhitungkan obyek yang baru tersebut atau bahkan membentuk suatu skema yang sama sekali baru yang berhubungan dengan obyek tersebut. Misalnya, bayi mungkin harus membuka mulutnya lebih lebar dari biasanya untuk membiasakan dengan boneka beruang gemuk yang tangannya besar.
         Pergerakan dari keseimbangan menuju ketidakseimbangan dan kembali lagi pada keseimbangan dikenal sebagai ”penyeimbangan”. Misalkan, anak-anak yang sedang tumbuh, mereka serimg menghadapi situasi-situasi yang mana mereka tidak bisa menjelaskan dengan baik dalam istilah-istilah dari pemahaman-pemahaman mereka saat itu mengenai dunia. Situasi-situasi tersebut menciptakan ketidakseimbangan, semacam ”ketidaknyamanan” mental yang merangsang mereka untuk mencoba memahami apa yang mereka amati. Dengan mengganti, menyusun kembali atau menyatukan dengan lebih baik skema-skema mereka (dengan kata lain melalui akomodasi, anak-anak pada akhirnya menjadi bisa memahami dan menjelaskan kejadian-kejadian yang sebelumnya membingungkan.

Pandangan Humanistik
Teori Maslow terhadap Pertumbuhan Motivasi
Interpretasi humanistik terhadap motivasi lebih menekankan adanya kebebasan, pilihan, menentukan dirinya sendiri dan berjuang untuk pertumbuhan pribadi. Dan seseorang akan termotivasi untuk memenuhi kekurangan kebutuhan hanya bila kebutuhan itu tidak terpenuhi.
        Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow berdasar potensi :
  1. Kebutuhan fisiologis ialah kebutuhan paling dasar tiap orang. contoh makanan, air, oksigen dll. merupakan potensi paling dasar bagi kebutuhan diatasnya. selama kebutuhan ini belum dipenuhi maka motivasi utama adalah untuk mencapai pemenuhan kebutuhan tsb.
  2. Kebutuhan rasa aman. Ketika telah terpuaskan sebagian kebutuhan fisiologisnya, ia mulai termotivasi untuk memiliki rasa aman (ketergantungan, kebebasan dari ancaman). Kebutuhan rasa aman tidak akan terpenuhi secara total sehingga berbeda dengan kebutuhan fisiologis.
  3. Kebutuhan rasa dicintai dan dimiliki. Ketika rasa aman telah terpenuhi, akan muncul motivasi untuk di cintai dan dimiliki. Kebutuhan ini terwujud dalam dorongan untuk bersahabat, menikah, memiliki keturunan, melekat dalam hubungan suatu keluarga. Kebutuhan ini mencakup beberapa aspek dalam hubungan seksual dan hubungan pribadi. Biasanya relatif telah dipenuhi ketika kanak-kanak. Ia memiliki keyakinan besar untuk diterima oleh orang-orang yang di sayang.
  4. Kebutuhan dihargai, kebutuhan ini mencakup kebutuhan penghargaan diri, keyakinan, kompetensi dan perasaan menghargai dari orang lain. ada 2 kebutuhan, yaitu reputasi dan harga diri. Reputasi berkaitan dengan kebenaran, prestise. Harga diri adalah perasaan seseorang terhadap keberadaan dirinya.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan tidak selalu tercapai, karena kebutuhan ini merupakan potensial yang maksimal. Mereka yang menghargai sangat tinggi nilai kebenaran, keadilan , dapat langsung memperoleh aktualisasi diri.
Menurut Maslow kebutuhan yang paling rendah yaitu kebutuhan mempertahankan hidup dan mendapat rasa aman (physiological and safety), dan ini merupakan kebutuhan yang sangat penting. Karena jika  manusia secara fisik terpenuhi kebutuhannya dan merasa aman, mereka akan distimuli untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Contoh, orang yang lapar atau orang yang secara fisik dalam keadaan bahaya akan kurang berminat mengenai kesan diri yang positif daripada mendapatkan makanan dan perasaan aman, tetapi sekali orang itu dipuaskan dan tidak lagi lapar dan takut, kebutuhan dihargai/kesan diri yang positif menjadi hal yang penting.
Satu konsep yang diperkenalkan Maslow ialah perbedaan antara deficiency needs dan growth needs. Pertama, 4 kebutuhan (physiological, safety, belonging and love, and esteem) biasanya disebut sebagai kebutuhan defisiensi atau deficiency needs, karena orang termotivasi untuk memenuhi kekurangan kebutuhan hanya bila kebutuhan itu tidak terpenuhi. Sedangkan aktualisasi diri atau self-actualization biasa disebut sebagai suatu growth needs, karena orang akan berusaha dengan konstan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dan kebutuhan ini merupakan potensial maksimal atau tingkat kebutuhan yang paling tinggi.
Implikasi Teori Maslow
Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama, seperti kebutuhan fisiologis, barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di atasnya, ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya. Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperhatikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak, karena bersifat propokatif atau merangsang siswa untuk melakukan sesuatu atau bertindak. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar ini mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar siswa belum terpenuhi. 

Tidak ada komentar:

Followers