Social Icons

Khilafah Ali bin Abi Thalib (656–661 M / 36-41 H)

         Ali Ibnu Abi Thalib ibnu Abdil Muthalib adalah putra dari paman Rasulullah dan suami dari Fatimah anak Rasulullah. Beliau lahir di Mekah daerah Hejaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 Masehi atau 600 M.. Ali adalah khalifah yang keempat setelah Utsman bin Affan. Pengangkatan beliau sebagai khalifah dalam situasi politik yang kurang mendukung, peristiwa pembunuhan terhadap khalifah Utsman bin Affan mengakibatkan kegentingan di seluruh dunia Islam. Pemberontak yang waktu itu menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan lain selain Ali ibn Thalib sebagai khalifah. Waktu itu Ali berusaha menolak dan mengusulkan agar memilih dari senior yang lain seperti zubair ibn Awwam dan Thalhah ibn Ubaidillah. Akhirnya dengan tekanan-tekakan tersebut dengan permintaan serius dari kawan-kawan dekatnya serta sahabat-sahabat yang lain, maka pada hari keenam pasca terbunuhnya Utsman, Ali terpilih menjadi khalifah.
          Pada masa Ali telah terjadi kekacauan dan pemberontakan, sehingga di masa beliau berkuasa pemerintahannya tidak stabil. Untuk pertama kalinya perang saudara antara umat muslim terjadi saat masa pemerintahannya, perang jamal.
Dua puluh ribu pasukan pimpinan Ali melawan 30.000 pasukan pimpinan Zubair ibn Awwam, Talhah ibn Ubaidillah, dan Ummul Mu’minin Aisyiah binti Abu Bakar. Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Ali.
          Kekacauan tidak berhenti sampai disitu, perang terjadi lagi yang dinamakan perang Shiffin, karena terjadi di Shiffin. Perang ini mempertemukan antara kekuatan Muawwiyah dan Ali. Ketika tentara Muawwiyah terdesak oleh pasukan Ali, maka Muawwiyah segera mengambil siasat untuk menyatakan tahkim. Semula Ali menolak, tetapi karena desakan sebagian tentaranya akhirnya Ali menerimanya, namun tahkim malah menimbulkan kekacauan, sebab Muawwiyah bersifat curang, sebab dengan tahkim Muawwiyah berhasil mengalahkan Ali dan mendirikan pemerintahan tandingan di Damaskus. Sementara itu, sebagian tentara yang menentang keputusan Ali dengan cara Tahkim, meninggalkan Ali dan membuat kelompok tersendiri yaitu khawarij.
1. Kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah
     a. Dalam bidang politik dan pemerintahan
  1. Mengganti para gubernur yang diangkat oleh Khalifah Utsman karena kinerja yang sewenang-wenang dan banyak yang tidak disenangi oleh kaum muslimin.
  2. Menarik kembali tanah milik negara yang dibagikan Utsman kepada famili-famili dan kaum kerabatnya tanpa jalan yang sah.

b. Dalam bidang politik militer
      Ali adalah pemimpin yang gesit dan cerdas, perumus kebijaksanaan yang mengarah kepada kebaikan masa depan, pahlawan yang gagah berani, penasehat yang bijaksana, dan Ia amat mengetahui ihwal tipu daya musuhnya.
c. Dalam bidang bahasa
         Pada masa pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib, banyak diantara daerah kekuasaan Islam yang semakin meluas tidak mengerti bahasa Arab. Oleh karena itu, khalifah berinisiatif untuk menyempurnakan bahasa Arab. Maka diperintahkannya Abu Aswad al Duali untuk memberikan tanda baca dan mengarang kitab pokok-pokok ilmu Nahwu.
d. Dalam bidang pembangunan
      Pada bidang pembangunan, Ali mengatur kembali tata kota dan berusaha membangun sebuah kota baru di Kufah.kemudian pada akhirnya kota kufah ini menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Akhir riwayat Ali
         Di waktu beliau bersiap-siap hendak mengirim bala tentara sekali lagi untuk memerangi Mu’awiah, terjadilah suatu komplotan untuk mengakhiri hidup masing-masing dari Ali, Mu’awiah, dan Amr Ibnu ‘Ash. Komplotan ini terdiri dari tiga orang khawarij, yang telah bersepakat hendak membunuh ketiga orang pemimpin itu pada malam yang sama. Seorang diantaranya bernama Abdurrahman ibnu Muljam. Orang ini berangkat ke Kufah untuk membunuh Ali. Yang seorang lagi bernama Barak ibnu Abdillah at Tamini bertugas membunuh Mu’awiah. Yang ketiga yaitu ‘Amr ibnu Bakr At Tamini berangkat ke Mesir untuk membunuh ‘Amr ibnu ‘Ash. Tetapi diantara ketiga orang itu hanyalah Ibnu Muljam yang dapat membunuh Ali pada tanggal 17 Ramadhan Tahun 40 H.
   Dengan demikian berakhirlah riwayat Ali. Dengan berpulangnya Ali ke Rahmatullah habislah masa pemerintahan al Khulafaur Rasyidin. Download

Thanks

1 komentar:

sirih merah mengatakan...

wah thanks kisah2nya...bagus bgt...

Followers