Tokoh-tokoh Pembaharuan Pendidikan di Indonesia

a. KH. Ahmad Dahlan (1869-1923)
    Sekilas riwayat atau biografi singkat KH. Ahmad Dahlan, ia dilahirkan di Yogyakarta pada tahun 1869 M dengan nama kecilnya Muhammad Darwis, putra dari KH. Abu Bakar bin Kyai Sulaiman, Khatib di masjid besar Jami’ kesultanan Yogyakarta. Ibunya ialah putri Haji Ibrahim, seorang penghulu.
    Ia adalah seorang ilmuan yang alim dan selalu haus ilmu dan pengalamannya dimana pun dan kapanpun setiap ada kesempatan. Seperti ilmu Hisab yang pernah jadi objek observasinya dan beliau menguasai dan ahli dalam bidang tersebut.
   KH. Ahmad Dahlan juga merupakan pendiri daripada organisasi Muhammadiyah. Cita-citanya sebagai seorang ulama ialah tegas, ia hendak memperbaiki masyarakat Indonesia berlandaskan cita-cita agama Islam. Usaha-usahanya ditujukan pada hidup beragama. Keyakinannya ialah bahwa untuk membangun masyarakat bangsa haruslah terlebih dahulu membangun semangat bangsa. Kalau serikat Islam usaha-usahanya lebih menekankan pada sisi politik yang berlandaskan cita-cita agama.
Muhammadiyah lebih menekankan usahanya pada perbaikan hidup beragama dengan amal-amal pendidikan dan sosial.
b. KH. Hasyim Asy’ari (1871-1947)
   KH. Hasyim Asy’ari dilahirkan pada tanggal 14 februari tahun 1981 M di Jombang Jawa Timur. Beliau ialah pendiri Jami’iyah Nahdatul Ulama yang merupakan organisasi masa Islam terbesar Indonesia, bahkan ia sebagai Syeikhul Akbar dalam perkumpulan ulama yang terbesar di Indonesia, dan sekaligus pendiri pondok pesantren Tebuireng di Jombang Jawa Timur, tepatnya pada tanggal 26 Rabi’ul Awal tahun 1899 M. Pembaharuan Tebuireng yang pertama ialah dengan mendirikan Madrasah Salafiyah (1919) sebagai tangga untuk memasuki tingkat menengah pesantren Tebuireng.
c. KH. Abdul Halim
   KH. Abdul Halim merupakan pelopor gerakan pembaharuan di daerah Majalengka, Jawa Barat, yang kemudian berkembang menjadi persyerikatan Ulama pada tahun 1911, yang kemudian berubah menjadi Persatuan Umat Islam (PUI), pada tanggal 5 April 1952 M / 9 Rajab 1371. Beliau lahir di Ciberelang, Majalengka pada tahun 1887 M.
  Beliau juga yang mempelopori dan mengubah system pendidikan tradisional di daerah asalnya, Majalengka yakni dengan menghapuskan system halaqah dan digantikan dengan mengorganisir kelas-kelas dengan kelengkapan meja dan kursi serta menyusun kurikulum melalui lembaga pendidikan yang terdapat di Bab al Salam (dekat Makkah) dan di Jedah.
Sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang ekonomi dan pendidikan berhasil didirikan KH. Abdul Halim pada tahun 1911 M yang diberi nama Hayatul Qulub yang kemudian dialihkan nama menjadi Persyarikatan Ulama.
d. Abdurrahman Wahid
   Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gusdur merupakan salah satu tokoh pendidikan. Beliau lahir di Denanyar Jombang Jawa Timur pada tanggal 4 agustus 1940. Menurut sekilas riwayat hidupnya, Gusdur berasal dari keturunan darah biru. Ia putra dari KH. Wahid Hasyim (putranya KH. Hasyim Asy’ari) pendiri dan pelopor jami’iyah Nahdatul Ulama dan pesantren Tebuireng. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah putrid dari KH. Bisri Samsuri seorang pendiri pesantren Denanyar Jombang. Kakek dari pihak ibunya juga merupakan tokoh NU, yang jadi rais ‘aam PBNU setelah KH. Wahid Hasbullah. Dengan demikian, Gusdur merupakan cucu dari tokoh NU sekaligus dua tokoh bangsa Indonesia tahun 1949.
    Di antara konsep pembaharuan yang dilakukan oleh Abdurrahman Wahid ialah konsep pesantren, kebebasan berpikir, multicultural pendidikan dan pemikiran liberal terhadap budaya atau konsep barat tanpe filter.Download

Thanks