Social Icons

Tokoh-tokoh Pelopor Aliran Baru dalam Ilmu Pendidikan

1. J.A. Comenius (Moravia, 28 Maret 1592)
    Riwayat hidup :
  • Penuh penderitaan, pengorbanan, dan pengabdian. Orang tua penggiling tepung.
  • Masa muda: Anak Cerdas, tidak mendapat pendidikan yang baik, orang tua meninggal ketika masih kecil. Lulus sekolah tinggi Heidelberg (Belanda).
  • Pandangan Hidup: Tuhan menciptakan manusia untuk tuhan sebagai mahkluk tertinggi dan makhluk berfikir.
    Perkembangan anak melalui empat tingkatan:
  • 6 tahun, anak mengeluarkan isi jiwanya dengan bahasa menurut caranya sendiri.
  • 6-12 tahun, melahirkan isi jiwa dengan bahasa yang sesuai dengan bahasa orang lain.
  • 12-18 tahun, bercakap sesuai dengan rasa keindahannya.
  • 18-24 tahun,pemuda bercakap sesuai dengan kedudukannya maupun kehormatannya.
2. J.H. Restalozi (Zurich, 12 Januari 1746)
     Riwayat hidup:
  • Anak seorang dokter, ayahnya meninggal ketika berumur lima tahun, badan lemah, sukar bergaul.
  • Pandangan hidup: orang wajib dengan cinta dan kasih mengabdi diri untuk ummat manusia dan tuhan.
  • Tujuan pendidikan adalah meminpin anak menjadi orang baik dengan jalan mengembangkan daya (potensi) yang ada pad anak,sebab pada hakikatnya pendidikan adalah tidak lain daripada pemberian pertolongan, agar anak kemudian dapat menolong dirinya sendiri.
3. Fr.W.A. Frobel (Jerman, 21 April 1782)
    Riwayat hidup:
    Anak seorang pendeta, tidak pernah mengenal cinta Ibu, kerena ibunya meninggal sewaktu dia masih bayi dan diperlakukan kejam ,oleh ibu tiri.
    Pandangan hidup:
  1. Bahwa seluruh Alam semesta berasal dari tuhan, dikuasai oleh tuhan, dan untuk tuhan,
  2. Manusia menurut kodratnya baik, sifat jelek timbul kerena pendidikan yang salah atau kerena kurang perhatian
  3. Kehidupan rohani tiap orang mengulang kehidupan rohani seluruh ummat
  4. Antara seluruh alam yang ada terhadap seuatu hubungan yang erat dan seluruh kehidupan merupakan kesutuan yang bulat.
    Pendidikan adalah usaha dengan berbagai alat untuk membangkitkan manusia sebagai nahkluk yang sadar, berfikir dan mengerti, supaya menjelma hukum tuhan yang ada padanya. 

4. John Lock (Inggris, 1632)
     Riwayat hidup:
    Anak ahli hukum. Masa muda, kesehatannya buruk, belajar kedokteran , ilmu Alam, dan filsafat. Masa dewasa, Dokter Pribadi.
    Pandangan Hidup:
  1. Seorang rasionalis: pengetahuan terjadi secara induktif melalui penginderaaan, tidak secara deduktif.
  2. jiwa manusia pada waktu lahir adalah kosong
  3. tidak mengaku adanya tuhan secara deduktif, melainkan secara pemikiran logis
  4. etika didasarkan atas kegunaan (utilitanisme) tidak melalui buku wajib.
  5. Adanya Negara kerena perjanjian bersama, tidak kerena diperintahkan tuhan
     Tujuan pendidikan adalah membentuk anak manusia menjadi seorang “Gentleman” yang mengutamakan kepribadian daripada pengetahuan.

5. J.J. Rousseau (Geneve, 1712)
    Riwayat hidup:
  • Asal usul: orang Prancis, ayahnya tukang jam, masa muda: pendidikannya jelek sekali, ibunya meninggal pada waktu melahirkan. Ayahnya membiarkannya pada kebebasan, tanpa suatu ketenangan. Dia merupakan anak yang cerdas dan suka sekali membaca buku apa saja.
  • Pandangan Hidup; semua yang baik dari tangan pencipta, semua menjadi buruk di tangan manusia.
  • Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia bebas, merdeka tanpa tekanan maupun ikatan. Tidak untuk menjadi manusia bagi kalangan tinggi ataupun jabatan.
Tujuan pendidikan wanita:
  1. Menjadi ibu yang dedikasi terhadap keluarga
  2. Pendidik yang cakap, bijaksana dalam membimbing kehidupan keluarga
  3. Menjadi istri yang berbakti pada suami dan sanggup melayani suka duka suami. 

6. J.F. Herbart (Jerman, 24 Mei 1776)
    Riwayat hidup:
    Anak Ahli hokum.
Masa muda:
  1. Kesehatan buruk
  2. Mendapat pelajaran tambahan dari Ibu
  3. Anak yang cerdas
  4. Pendidikan terakhir S1 Filsafat
    Pandangan Hidup: dalam segala hal rang selalu harus memberikan pendapat dan keputusan juga dalam pendapat manusia
Ada 5 kepribadian yang Normal:
  1. sela kemerdekaan bathin
  2. sila kesempurnaan
  3. sila kehendak baik
  4. sila keta’atan pada hokum
  5. sila keadilan
    Tujuan pendidikan adalah menyatukan pada anak didik pandangan yang baik dengan kemauan yang baik, sehingga dalam keadaan itu anak didik pada tiap perbuatannya menunjukkan suatu kepribadian yang berbuat berdasarkan sila formal.

Thanks

Tidak ada komentar:

Followers