Social Icons

Hubungan Parents Emotion Coaching dengan Kecerdasan Emosi

Menurut Gottman & DeClaire (1997) emotion coaching merupakan suatu proses dimana orang tua dengan aktif mendengarkan ungkapan perasaan anaknya, menerima perasaan anaknya serta memberikan bimbingan, batasan perilaku, dan membantu anak menyelesaikan permasalahannya agar anak dapat belajar bagaimana mengendalikan perasaan atau emosi yang dirasakannya dengan cara yang benar.


Ada lima langkah dalam emotion coaching yang umumnya dilakukan orang tua yaitu (1) Menyadari emosi diri sendiri dan anak (Awareness), (2) Menerima emosi anak sebagai peluang untuk lebih dekat dengan mereka dan mengajarkan kepada mereka bagaimana mengatasinya (Acceptance), (3) Mendengarkan dengan empati dan pengertian (Empathy), (4) Membantu anak memberi label pada emosi yang sedang dirasakannya dengan kata-kata (Labeling), dan (5) Menentukan batas-batas perilaku yang boleh dilakukan anak ketika membantu anak menyelesaikan masalahnya (Problem-Solving) (Gottman & DeClaire, 1997).

Penelitian yang dilakukan oleh Gottman & DeClaire (1997) menunjukkan bahwa anak-anak yang diberikan emotion coaching memiliki tingkat kecerdasan emosi yang tinggi. Anak-anak yang telah terlatih ini memiliki lebih banyak kemampuan dalam bidang emosi mereka sendiri dibandingkan dengan anak-anak yang kurang dilatih oleh orang tua mereka. Kemampuan-kemampuan ini meliputi kemampuan untuk mengendalikan keadaan emosional mereka sendiri. Anak-anak ini lebih terampil dalam menenangkan diri mereka sendiri ketika mereka marah dan lebih terampil dalam memusatkan perhatian. Mereka berhubungan lebih baik dengan orang lain, lebih memahami orang lain, memiliki persahabatan yang lebih baik dengan orang lain (Gottman & DeClaire, 1997).

Di samping itu anak-anak yang orang tuanya secara mantap mempraktekkan emotion coaching memiliki kesehatan fisik yang lebih baik serta memperoleh nilai yang lebih tinggi secara akademis bila dibandingkan dengan anak-anak yang orangtuanya tidak secara mantap memberikan emotion coaching. Anak-anak ini bergaul lebih baik dengan teman-temannya, tidak banyak mengalami masalah tingkah laku, dan tidak mudah melakukan tindakan kekerasan. Pada umumnya anak-anak yang dilatih emosinya mengalami perasaan negatif yang lebih sedikit dan lebih sehat secara emosional (Gottman & DeClaire, 1997).

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Gottman & DeClaire (1997) yaitu ketika orang tua menggunakan bentuk pengasuhan anak seperti pelatih, anak-anak menjadi lebih kenyal. Anak-anak yang orang tuanya memberikan emotion coaching masih akan mengalami kesedihan, marah, atau takut dalam sulit namun mereka lebih mampu menenangkan diri mereka sendiri, bangkit kembali dari kemurungan, dan melanjutkan kegiatan-kegiatan yang produktif. Anak-anak yang orang tuanya melakukan emotion coaching dapat disebut lebih cerdas secara emosional (Gottman & DeClaire, 1997).

Tidak ada komentar:

Followers