Social Icons

Perkembangan Islam di Indonesia pada zaman Penjajahan Belanda sampai Kemerdekaan RI

         Keadaan kerajaan-kerajaan Islam menjelang datangnya belanda diakhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 ke Indonesia berbeda-beda, bukan hanya berkenaan dengan kemajuan politik, tetapi juga proses Islamisasinya. Di Sumantra, penduduk sudah Islam sekitar tiga abad, sementara di maluku dan sulawesi proses Islamisasi baru saja berlangsung.
      Di Sumatra setelah jatuh ketangan Portugis, percaturan politik di kawasan Selat Malaka merupakan perjuangan segi tiga: Aceh, Portugis dan Johor yang merupakan kelanjutan dari kerajaaan Malaka Islam. Pada abad ke-16 nampaknya Aceh menjadi lebih dominan, terutama karena para pedagang muslim menghindar dari Malaka, dan memilih Aceh sebagai pelabuhan transito.

Politik Islam Hindia Belanda
       Agama Islam secara terus menerus menyadarkan penduduknya bahwa mereka membebaskan diri dari cemkraman pemerintahan kafir. Perlawanan dari raja-raja Islam terhadap pemerintahan kolonial bagai tak pernah berhenti.
Oleh karena itu, agama Islam dipelajari secara Ilmiah dinegeri Belanda. Tokoh utama dan peletak dasarnya adalah Prof. Snouck Hurgronje. Dia berada di Indonesia kira-kira antara tahun 1889 dan 1906, yang menjadi pedoman bagi pemerintahan Hindia Belanda, terutama bagi adviser voor inlandsche zaken, lembaga penasehat gubernur
   Pemerintahan Belanda mengeluarkan banyak peraturan utnuk mempersulit kaum muslimin dalam menunaikan ibadah. Dalam hal ini, Snouck Hurgronje berusaha mendudukan masalah antara ibadah haji dan panatisme, menurutnya haji-haji itu tidak berbahaya, yang mungkin berbahaya ialah apa yang disebutnya koloni Jawa, daerah tempat tinggalnya orang-orang yang berasal dari Indonesia di Mekkah.
Berdasarkan analisisnya, Islam dapat dibagi menjadi dua bagian, pertama Islam religius dan kedua Islam politik..
      Dalam rangka membendung pemerintahan Islam, pemerintah Belanda mendirikan lembaga pendidikan bagi bangsa Indonesia, terutama untuk kalangan bangsawan. Tujuannya untuk menarik masarakat muslim kependidikan mesternisasi. Menututnya pendidikan barat adalah alat yang paling pasti utnuk menguarangi dan akhirnya mengalahkan Islam di Indonsia. Melalui pendididkan itu ternyata gagasaan pax-neerlandica tidak tercapai , bahkan justru lulusan-lulusannya menjadi orang-orang yang sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sehingga peranan politik kantor Voor Inlandsche Zaken semakin menghilang pada tahun-tahun terakhir.

Thanks

6 komentar:

sibutiz mengatakan...

wach,mengingatkan akan pelajaran sekolah ya....

makasih..

Tutorial Blog mengatakan...

hihi, iya ini pelajaran waktu sekolah dulu,,,
Islam pasti menang melawan orang-rang kafir,,Allahu Akbar,,

Tutorial Blog mengatakan...

oh iya,,, aku sudah follow kawan (banaka),,please follow me back,, thanks :)

JAGO mengatakan...

Sekarang tinggal kita isi kemerdekaan yang diperoleh dari perjuangan para pendahulu kita dengan hal-hal yang positif

Muhammad Chandra mengatakan...

peran agama islam dalam perjuangan bangsa indonesia sangatlah sungguh besar :)

insidewinme mengatakan...

Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kita perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu

Followers