Social Icons

Karakteristik Kompetensi Professional Guru PAI

     Karakteristik kompetensi professional guru merupakan cerminan yang senantiasa menjadi pertimbangan untuk sosok seorang guru, khususnya dalam hal ini guru PAI yang notabene mempunyai tugas yang cukup berat dalam mengemban amanah sebagai pendidik yang diharapkan berkontribusi dan mampu mewujudkan insan kamil dan senantiasa menjadi manusia yang rahmatan lil ‘alamiin. Adapun karakter kompetensi professional itu sendiri, yaitu:
  1. Menguasi materi bidang studi yang diajarkan, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
  2. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu.
  3. Mampu mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
  4. Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.
     Sebelum guru tampil di depan kelas dan mengelola proses belajar mengajar, terlebih dahulu harus sudah menguasai bahan apa yang dikontakkan dan sekaligus bahan-bahan apa yang dapat mendukung jalannya proses belajar-mengajar tersebut.
Dengan modal penguasaan bahan, maka guru dapat menyampaikan materi pelajaran secara dinamis.
Penguasaan bahan bagi seorang guru, sangat erat kaitannya dengan bidang studi dalam kurikulum sekolah dan bahan penunjang bidang studi. 
     Dalam kaitan ini Nana Sudjana mengatakan:“Kemampuan menguasai bahan pelajaran sebagai bagaian integral dari proses belajar mengajar jangan dianggap sebagai pelengkap bagi profesi guru. Guru yang bertaraf profesiaonal mutlak harus menguasai bahan yang akan diajarkannya. Adanya buku yang dapat dibaca para sisawa, tidak berate guru tidak perlu menguasai bahan. Sungguh ironis dan memalukan jika terjadi ada siswa yang lebih dahulu tau tentang sesuatu dari pada gurunya”.
    Karena itu guru PAI dituntut untuk selalu belajar, baik yang menyangkut bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya maupun bidang studi penunjang dan berkaitan dengannya. Penguasaan bahan oleh guru PAI akan dapat meningkatkan kepercayaan dan prestai belajar siswa. Hal ini sangat penting dalam proses belajar mengajar, sehingga bahan pelajaran yang disampaikan guru akan diperhatikan dengan baik oleh siswa.
     Karakteristik kompetensi profesional guru adalah menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, yang tercermin pada kepribadian guru. Guru PAI idealnya melakukan berbagai upaya dalam melaksanakan proses pembelajaran, sebab tugas dan tanggung jawab guru PAI bukan hanya menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik, melainkan dituntut pula agar pelajaran tersebut melahirkan pengetahuan, iman, ketakwaan, ibadah, amal shaleh, dan akhlak mulia. Untuk lebih jelanya tentang karakteristik kompetensi guru PAI dapat penulis jelaskan, sebagai berikut:
1) Kepribadian muslim
   Menurut Allport kepribadian adalah “organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan”.
   Kepribadian muslim guru PAI merupakan ciri khasnya dalam berfikir, bersikap dan berprilaku yang tentunya sejalan dengan ajaran Islam. Karena itu guru PAI harus memiliki kepribadian muslim yang baik, antara lain tenang, bersemangat, gembira, sabar, ikhlas, selalu berkata baik dan tentunya juga harus jujur. Sikap dan prilaku guru demikian akan berpengaruh positif bagi minat da perhatian siswauntuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
   Dalam kaitan ini, Zakiah Daradjat menjelaskan: Guru masuk ke dalam kelas membawa seluruh unsur kepribadiannya, agamanya, akhlaknya, pemikirannya, sikapnya, dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Penampilan guru, seperti pakaiannya, gaya bicaranya, bergaul dan cara memperlakukan anak, bahkan emosi dan keadaan jiwanya, ideologi dan paham yang dianutnya pun terbawa tampa disengaja ketika ia berhadapan dengan anak didik tampa disadari oleh guru.
   Guru yang goncang atau tidak stabil emosinya, misalnya mudah cemas, penakut, pemarah, penyedih dan pemurung. Anak didik akan terombang-ambing dibawah oleh arus emosi guru yang goncang tersebut karena anak didik masih dalam masa pertumbuhan jiwa itu juga dalam keadaan tidak stabil, karena masih dalam pertumbuhan dan perubahan. Biasanya guru yang tidak stabil emosinya tersebut, tidak menyenangkan bagi anak didik, karena mereka sering kali tidak dimengerti oleh guru. Kegoncangan perasaan anak didik itu akan menyebabkan berkurangnya konsentrasi pikirannya diganggu oleh perasaanya yang goncang karena melihat atau menghadapi gurunya goncang. Dengan demikian kondisi guru sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar peserta didik.
    Lebih lanjut Zakiah Daradjat menegaskan: Persyaratan ilmiah dan kemampuan mengajar dapat dinomor duakan, sedangkan yang nomor satu dan tidak dapat ditawar adalah persyaratan kepribadian. Kekurangan ilmu dan ketermpilan lebih mudah memperbaiki dan meningkatkannya dan bahayannya sebatas kepada kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa. Akan tetapi kekurangan persyaratan kepribadian akan menyebabkan rusaknya jiwa para siswa, mereka akan menjadi orang yang berilmu, terampil akan tetapi kepribadiannya goncang atau tidak sesuai harapan.

2) Mengelola program belajar mengajar
   Guru yang kompeten, harus mampu mengelola program belajar mengajar, seperti merumuskan tujuan pembelajaran, dapat menggunakan proses intruksional dengan tepat, melaksanakan proses belajar mengajar, mengenal kemampuan peserta didik dan merencanakan serta melaksanakan program remedial.
    Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru dalam mengelola proses belajar mengajar yaitu, “ merumuskan tujuan pembelajaran, melaksanakan program belajar mengajar dengan tepat, mengenal kemampuan peserta didik dan merencanakan serta melaksanakan program remedial. Dengan demikian langkah pertama yang harus dilakukan guru adalah merumuskan tujuan pembelajaran. Hal ini penting karena merupakan pedoman atau petunjuk praktis tentang sejauh mana kegiatan belajar mengajar nantinya harus diarahkan. Selanjutnya guru melaksanakan program belajar mengajar dan dalam hal ini guru dituntut sebisa mungkin mengorganisir program pembelajaran yang sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Hendaknya guru menyampaikan materi pelajaran dengan tepat dan jelas.
Proses belajar mengajar akan berjalan baik apabila komponen pembelajaran sesuai dengan kemampuan peserta didik. Untuk keperluan itu guru harus mengenal potensi dan kemampuan peserta didik yang akan mengikuti proses belajar mengajar tersebut. Dan yang tak kalah pentingnya guru harus melaksanakan program remedial karena dalam kegiatan belajar mengajar tidak selamanya dengan mudah dapat berhasil menciptakan perubahan pada anak didik secara menyeluruh.

3) Menggunakan media atau sumber
   Kedudukan media dalam dalam proses pembelajaran sangat penting dan diperlukan. Dengan media pengajaran maka penyampaian pelajaran menjadi lebih baku, pengajaran lebih menarik, pembelajaran lebih interaktif, lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat, kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan, pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan, sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.
    Manfaat praktis dari penggunaan media pengajaran dalam proses pembelajaran sebagai berikut :
  1. Media pengajaran dapat memperjelas perjanjian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar
  2. Media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan memungkinkan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
  3. Media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera , ruang dan waktu
  4. Media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat dan lingkungannya misalnya memalui karyawisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.
   Langkah yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menggunakan media, yaitu mengenal, memilih dan menggunakan sesuatu metode, membuat alat-alat Bantu pelajaran yang sederhana, menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses pembelajaran, menggunakan buku pegangan/buku sumber dan menggunakan perpustakaan dalam proses pembelajaran.

4) Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran
   Untuk memperlancar interaksi kegiatan belajar mengajar, masih juga diperlukan sarana-sarana kegiatan pendukung lainnya, antara lain mengetahui prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. Persoalan ini perlu diketahui oleh guru dalam upaya meningkatkan motivasi belajar bagi para siswanya.
    Oleh karena itu, pelaksanaan evaluasi atau penilaian harus berangkat dari prinsip-prinsip dasar, yaitu keseluruhan, kesinambungan dan obyektif. Prinsip keseluruhan maksudnya bahwa penilaian dapat dikatakan terlaksana denhgan baik apabila dilaksanakan secara bulat, utuh atau menyeluruh yaitu mencakup berbagai aspek yang dapat digambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri peserta didik sebagai makhluk hidup yang meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik.
    Sedangkan kesinambungan, bahwa evaluasi atau penilaian hasil belajar yang dilaksanakan secara teratur dan sambung menyambung dari waktu ke waktu atau dalam istilah lain yakni berkelanjutan. Dan obyektif tentunya merupakan kebalikan evaluasi atau penilaian yang sifatnya subyektif, artinya evaluasi dilakukan dengan senantiasa berfikir dan bertindak wajar menurut keadaan yang sebenarnya dan terlepas dari kepentingan-kepentingan menyesatkan lainnya.

5) Melakukan bimbingan dan penyuluhan
   Dalam tugas dan peranannya di sekolah, guru juga merupakan pembimbing atau konselor/penyuluh. Itulah sebabnya guru harus mengenal fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan serta mampu dan mau melaksanakannya. Dalam penyelenggaraan program bimbingan dan penyuluhan hendaknya guru tidak hanya terfokus kepada kegiatan yang menyangkut hal-hal bersifat akademis seperti kognitif, afektif dan psikomotorik saja tetapi lebih dari itu seorang guru kompeten diharapkan mampu memberikan pelayanan tentang problem-problem pribadi siswa yang memungkinkan, sehingga dengan demikian anak didik dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan semangat karena merasa di tidak sendirian ketika dalam permasalahan, ada guru yang bisa membantunya.

6) Menyelenggarakan administrasi sekolah
   Guru di sekolah disamping berperan sebagai pengajar, pendidik dan pembimbing juga sebagai administrator. Dengan demikian maka guru harus mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, sebab administrasi sekolah sangat menunjang pelaksanaan proses pembelajaran.
   Oleh karena itu guru mutlak memiliki administrasi tentang kondisi obyektif siswa, seperti keadaan orang tuanya, status ekonomi, status anak tersebut dalam keluarga dan sebagainya. Sehingga dengan bekal pengetahuan tersebut guru akan lebih mudah menyelenggarakan proses belajar mengajar dengan obyektif dan sesuai dengan potensi dan kenyataan yang ada.

7) Memberikan penghargaan
    Penghargaan merupakan bentuk motivasi yang sangat penting diberikan kepada siswa. Apabila ada siswa yang sukses dan berhasil mengerjakan tugas dengan baik atau mendapatkan prestasi terbaik lainnya tentunya sah-sah saja jika ia harus mendapatkan sebuah penghargaan dari guru. Penghargaan tersebut merupakan bentuk reinforcemen yang positif dan sekaligus merupakan motivasi. Dengan penghargaan yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar serta dapat membangkitkan harga diri. Download



Thanks Yach "Jangan Lupa Komentarnya"

Tidak ada komentar:

Followers